Bahan-Bahan
Untuk Kue Bolu Sponge
- 6 butir telur
- 150 gram gula pasir
- 135 gram tepung terigu
- 15 gram maizena
- 75 gram mentega, lelehkan
- ½ sdt SP (pengemulsi)
- ½ sdt vanili bubuk
Untuk Butter Cream
- 250 gram shortening / mentega putih
- 125 gram WCC (white cooking chocolate), lelehkan dengan cara ditim
- 300 gram susu kental manis (SKM)
Cara Membuat Kue Bolu Sponge
- Kocok telur dan gula pasir menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi hingga campuran menjadi kental dan berjejak. Ini artinya adonan sudah cukup mengembang.
- Ayak tepung terigu dan maizena, lalu masukkan secara perlahan ke dalam adonan telur sambil diaduk balik hingga semua bahan tercampur rata.
- Tuangkan mentega cair ke dalam adonan. Aduk perlahan lagi sampai tidak ada endapan cairan di bagian bawah adonan, ya!
- Tuang adonan ke dalam loyang bulat berukuran 20 cm.
- Panggang dalam oven dengan suhu 180°C selama 30 menit atau hingga matang dan permukaan kue berwarna keemasan.
Cara Membuat Butter Cream
- Kocok mentega putih menggunakan mixer hingga mengembang dan berwarna lebih cerah.
- Masukkan lelehan white cooking chocolate (WCC) dan susu kental manis (SKM) secara bergantian ke dalam mentega. Kocok hingga semua bahan tercampur rata dan lembut.
- Butter cream siap digunakan. Jika ingin, kalian bisa menambahkan pewarna makanan sesuai selera untuk menghias kue!
Perkiraan Kalori
Total Kalori: Sekitar 1800 kalori untuk seluruh kue. Jika dibagi menjadi 8 porsi, maka sekitar 225 kalori per porsi.
Asal dan Makna Budaya
Kue bolu sponge adalah salah satu kue yang terkenal di berbagai belahan dunia. Kue ini berasal dari Eropa dan telah ada sejak abad ke-18. Di Indonesia, bolu sering menjadi pilihan untuk merayakan berbagai acara, seperti ulang tahun dan pernikahan. Kebaya cake dan butter cream yang lezat menambah keindahan serta rasa dari kue ini, menjadikannya sangat istimewa. Proses menghias kue menggunakan butter cream merupakan salah satu seni dalam membuat kue yang sangat disukai oleh banyak orang. Jadi, dengan mempelajari cara membuatnya, kita bukan hanya belajar memasak tetapi juga melestarikan budaya kuliner kita.