Setiap kali seorang bayi lahir, itu adalah momen yang tak terlupakan bagi keluarga. Kali ini, aku ingin berbagi cerita tentang kelahiran anak ketiga kami, Ahmad Arvino Rashaad, yang lahir pada hari Kamis, 11 November 2017, jam 14.15 WIB.
Pertama-tama, mari kita lihat beberapa detail menarik tentang kelahiran ini. Ahmad lahir dengan berat badan 3200 gram dan panjang 49 cm. Biasanya, bayi yang lahir dengan berat ini termasuk dalam kategori normal. Ini adalah sesuatu yang baik karena berarti pertumbuhannya di dalam kandungan berlangsung dengan baik.
Sebelum hari kelahiran, saya merasakan beberapa kontraksi di sekitar panggul dan perut mulai Rabu, 10 November. Awalnya nyeri itu bertahap dan kadang terasa hilang. Kejadian ini adalah hal biasa yang dialami oleh banyak ibu menjelang waktu melahirkan, yang disebut juga dengan istilah 'kontraksi palsu' atau Braxton Hicks. Keesokan paginya, saya masih mencoba untuk menahan rasa nyeri, tetapi akhirnya suami membawa saya ke rumah sakit. Saya merasa sedikit cemas dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Setiba di rumah sakit, saya dibawa ke ruang darurat untuk diperiksa oleh bidan. Setelah serangkaian pemeriksaan, ternyata bukaan serviks saya sudah berada di angka 3,5-4. Dalam keadaan ini, saya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar lobi rumah sakit dengan harapan proses bukaan bisa bertambah. Setelah kurang lebih satu jam berkeliling, bukaan saya bertambah menjadi 4.
Selanjutnya, sekitar jam 10.00, saya dipindahkan ke ruang bersalin. Setiap kali bukaan bertambah, rasa sakit yang saya rasakan semakin hebat. Tepat jam 12.00, saya disuruh makan siang oleh bidan, meskipun saya merasa sulit untuk makan. Namun, saya tahu bahwa saya butuh energi. Setelah makan, bidan memberitahukan bahwa saya akan mendapat suntikan infus. Konsekuensinya, saya merasa sangat takut akan suntikan, apalagi dalam kondisi sakit yang terasa luar biasa. Namun, saya mencoba untuk tetap tenang.
Pukul 13.00, dokter datang melakukan pemeriksaan dan memberi tahu bahwa saya harus diinduksi agar bukaan lebih cepat. Ini adalah prosedur umum yang dilakukan untuk mempercepat proses persalinan, meskipun banyak ibu yang merasa khawatir karena mendengar bahwa terasa sakit. Saya pun setuju dengan harapan ini akan mempercepat kelahiran. Dan detik-detik yang mendebarkan itu akhirnya terbayar saat pukul 14.15, Ahmad lahir ke dunia!
Setiap ibu pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik dan soleh. Semoga Ahmad menjadi anak yang berbakti kepada orangtua dan bermanfaat bagi banyak orang. Aamiin.
Pengalaman melahirkan ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga emosional yang menghadirkan rasa syukur yang tak terhingga. Dengan kelahiran Ahmad, keluarga kami semakin lengkap.