Assalamu'alaikum! Hari ini kita akan membuat sebuah hidangan manis yang ceria, yaitu Kolak Ceria. Kolak adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang biasanya disajikan saat berbuka puasa atau sebagai takjil. Hidangan ini dibuat dari bahan-bahan alami yang kaya rasa dan warna. Mari kita coba resep ini!
Bahan-Bahan yang Diperlukan
- 1 kg ubi putih (kukus)
- 200 gr tepung tapioka
- 500 gr pisang (potong-potong)
- 1500 ml santan (santan kental lebih disarankan)
- 250 gr gula pasir
- Secukupnya gula merah, disisir halus
- 250 gr kolang-kaling (potong sesuai selera)
- 2 daun pandan (ikat simpul)
- 1 sdt vanilla cair (bisa di skip)
- Biji selasih (rendam dalam air)
- Pewarna makanan hijau, merah, pink, ungu, dan kuning
Langkah-langkah Membuat Kolak Ceria
- Kukus ubi: Pertama, kukus ubi putih hingga matang. Setelah itu, haluskan ubi sampai benar-benar lembut.
- Campur adonan: Campurkan ubi yang sudah dihaluskan dengan tepung tapioka dan aduk rata. Bagi adonan menjadi tiga bagian dan beri pewarna makanan sesuai selera, seperti pink, kuning, dan ungu.
- Bentuk bulatan: Bentuk adonan ubi menjadi bulatan-bulatan kecil. Lakukan sampai semua adonan habis ya!
- Beri warna pada kolang-kaling: Bagi kolang-kaling menjadi dua bagian. Satu bagian diberi pewarna merah dan satu lagi pewarna hijau.
- Rebus bulatan ubi: Rebus semua bulatan ubi tersebut dalam air mendidih hingga matang, lalu tiriskan.
- Masak santan: Dalam panci, tuang santan, gula pasir, gula merah, dan daun pandan. Masak dengan api kecil hingga mendidih. Jangan lupa teteskan vanili jika kamu menggunakannya.
- Masukkan bahan lainnya: Masukkan pisang yang sudah dipotong ke dalam santan dan masak sebentar. Selanjutnya, tambahkan kolang-kaling serta bulatan ubi warna-warni. Aduk perlahan hingga semua bahan tercampur rata.
- Sajikan: Kolak ceria siap disantap! Tuang kolak dalam mangkuk atau gelas saji, dan taburkan biji selasih di atasnya untuk menambah kesan cantik dan segar.
Catatan: Banyaknya porsi ini dapat menyajikan 10 sampai 12 porsi. Jika kita hitung total kalori dari bahan-bahan di atas, maka sekitar 2300 kalori. Oleh karena itu, setiap porsi mengandung sekitar 230 kalori, cukup lezat dan tidak terlalu berat untuk hidangan penutup atau takjil.
Kolak Ceria memiliki asal-usul yang sudah sangat tua dalam budaya Indonesia. Hidangan ini biasanya disajikan pada bulan Ramadan serta saat acara berkumpul keluarga. Etnis Indonesia memasukkan berbagai bahan lokal seperti pisang, ubi, dan santan, ke dalam kolak, untuk menciptakan rasa yang khas dan menyegarkan. Cobalah membuatnya dan dapatkan momen kebersamaan yang hangat dengan keluarga dan teman-teman!